kuliah yang satu ini pengajarnya adalah Dr. Andar Bagus Setiawan, M.Sn alias Pak Andar dan Dr. Dona Saphiranti, M.Ds alias Bu Donna. Sesuai dengan setiap catetan kuliah yang aku punya, kontennya juga bakal ku update.
Errrrr…….
aku antara bingung mau masupin tulisan disini berupa “bahasa baku” ato “bahasa aku” ya? hahahahahaha…
tapi kayaknya better kalo kucoba sampein tulisan ini dalam bahasaku sendiri, jadi ngga terlalu pormil macem tulisan jurnal ilmiah kaliyee… tar yang baca eneg ngga yah? hahahahaha…
yang penting adalah aku pengen berbagi tentang kuliah ini, karena buatku kuliah yang diajar sama Pak Andar ini termasuk kuliah yang menyenangkan (well, so far semua kuliah disini menyenangkan sih, hahahaha..)
mempelajari kuliah ini bikin aku makin ngerti sebenernya manusia itu termasuk makhluk yang rumit dan menarik, disamping kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia..
Jadi gini ceritanya…
Kita ini kan manusia (loh? jadi selama ini apa?)
Manusia merupakan makhluk hidup yang memiliki insting untuk bertahan (survival instinct). Insting ini sangat mendasar untukmempertahankan hidup, karena apabila makhluk tidak memiliki insting ini, maka mereka akan didominasi oleh kekuatan lain yang lebih besar dan mati. Memangsa, atau dimangsa. Dimana hal tersebut memang sudah merupakan hukum alam. (pakuat-kuatan ajalah intinya yah, ckckck..)
Naluri setiap makhluk untuk bertahan, juga terdapat pada diri manusia. Namun,manusia diberi akal dan pikiran untukmengakses lebih banyak informasi dalam kehidupan. Contohnya, dalam hal bertahan hidup, makhluk hidup dengan konsumsi yang sama akan memperebutkan jenis makanan yang sama, sehingga timbul persaingan. Namun pada manusia, terdapat perbedaan pola piker, dimana manusia dapat mencari alternative jenis makanan lainnya sehingga memperkaya glossary informasi tentang makanan yang dimilikinya.
Manusia hidup dengan naluri untuk beraktifitas. Konon, aktifitas alami manusia terbentuk dari alam, dan dasar dari semua bentuk aktifitas manusia yang paling mendasar adalah untuk melawan gravitasi bumi. Basically, yah untuk berdiri. Emang pada dasarnya struktur tubuh manusia itu sendiri juga diciptakan untuk melawan grafitasi.
Nahh… karena itulah dalam otak manusia, terdapat system yang mengatur keseimbangan yang berpengaruh terhadap daya gravitasi. Secara fisiologis pun tubuh manusia alaminya berfungsi untuk beraktivitas dengan melawan gravitasi bumi. Dalam keadaan normal, manusia berada dalam keadaan orientasi fokus . Namun dalam keadaan fisik atau mental terganggu, disebut juga disorientasi, yang berakibat pada keadaan tidak seimbang seperti pusing, stress, dan seterusnya. Ujung-ujungnya tar kasus itu disebut dengan human error. Tar yang satu ini ada nih topiknya nun jauh dibawah sono. Lucu deh. Coba aja scroll ke bawah kalo penasaran
Balik lagi tentang manusia… hehehe.. Manusia adalah makhluk visual, dimana visual yang diterima oleh sensor mata berpengaruh terhadap pikiran, dan pikiran manusia berpengaruh terhadap fisiologis. Misalnya aja kalo kita pegi maen ke Dufan, nah… pan ada nyang namanya tempat simulasi 3D itu tuhh…(gue lupa namenye ape yak?) Naahh… pas kita masuk keruang simulasi yang tidak nyata dan merupakan sepenuhnya visual ituhh,pasti kerasa deh, pikiran dan otot tubuh kita ngasi respons untuk mengikuti sesuai dengan apa yang ada di dunia visual yang dilihat oleh mata kita. Kalo pas waktu itu aku masuk ke ruang simulasi pas ceritanya kita jadi balok kalyu gelondongan yang kebawa arus sungai itu tuh, hueggghhhhh, sumpah deh perut jadi ikutan kejang2 hahahaha…. tapi yah kira-kira gitulah respon yang dikasi tubuh.
Konsep Dasar Interaksi Manusia Dan Lingkungan (Konsep Ergonomic)
Konsep Ergonomis : kenyamanan kerja.
Ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan kenyamanan dan efektivitas sebuah alat kerja dengan manusia sebagai pemakainya. Menurut ilmu ergonomi, secara teknis seseorang akan bekerja lebih maksimal (efisien dan efektif) apabila bekerja dalam kondisi yang nyaman.
Ergonomis berkaitan dengan :
- kenyamanan kerja yang sesuai dengan standart aturan pada saat bekerja.
- Mengikuti standar hidup manusia
- Efisien, mengikuti kerja utama dan merupakan akomodasi utama orientasi kerja.
Manusia melakukan improvement terhadap lingkungan hidup. Manusia mengadaptasi lingkungan terhadap cara kerja atau hidupnya.
Konsep desain ergonomis adalah, dimana sebuah konsep desain dikatakan sempurna bukan berdasarkan konsep desain maksimal atau minimal, akan tetapi optimal.
Ergonomi berkaitan dengan optimalisasi, dimana desain yang paling sesuai adalah desain dengan tingkat kenyamanan yang tepat dan akan memberi pengaruh paling besar terhadap efektifitas kerja atau hidup manusia.
Konsep dasar Interaksi Manusia dengan Lingkungan
Manusia melakukan interaksi pertama dengan dunia pada saat lahir (tepatnya, pada saaat bayi dilahirkan ke dunia)
Cara komunikasi bayi pada saat baru lahir ke dunia dan tersentak oleh perubahan fisiologis dari rahim ke udara luar adalah melalui gerak motorik dan tangisan (verbal). Tangisan tersebut merupakan upaya komunikasi bayi pertama dengan lingkungannya.
Seiring waktu manusia mulai mengenal artikulasi suara dan mulai membentuk pattern-pattern tertentu dari artikulasi serta ekspresi yang dihasilkan. Dari sana mulai berkembang membentuk asal struktur bahasa.
Bahasa dibentuk dengan kesepakatan antar manusia satu dengan lainnya, sehingga seiring waktu bahasa semakin berkembang dan kemudian diajarkan secara berkelanjutan ke generasi selanjutnya. Bahasa erat kaitannya dengan kognisi pada manusia, dinyatakan bahwa bahasa adalah fungsi kognisi tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan[1] Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik.( Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Kajian Faktor Manusia Dalam Interaksi Antara Manusia Dengan Lingkungan
Ada tiga factor utama yang berpengaruh dalam interaksi manusia, yaitu factor fisik, kognitif, dan system organisasi . Kompleksitas dari proses ketiga factor inilah
Karakteristik Manusia (Fisio Psikologi)
Karakteristik manusia dilihat dari berbagai sudut, antara lain agama, artefak, historis. Historis berarti melihat ke masa lampau dimana artefaktulang manusia ditemukan dalam berbagai bentuk di berbagai belahan dunia dan mengalami proses hingga manusia modern terbentuk. Di masa lampau, manusia dikenal memiliki kemampuan dan akal yang sedang berkembang untuk membentuk teknologipendukung kehidupan. Masa sebelum manusia mengenal api dan menciptakan api dari material lain adalah masa dimana manusia masih harus bekerjasama dengan alam kehidupannya. Ketika manusia mulai menciptakan api, maka dimulailah sejarah baru dalam kehidupan manusia.
Manusia adalah makhluk yang dapat mengembangkan informasi yang diterimanya. Pada jaman dahulu manusia mengelola makanan dan sumber daya alam secukupnya, bahkan hanya untuk hidup satu hari. Semakin berkembangnya akal dan pengetahuan, maka manusia modern mengelola sumber daya dan menyimpannya untuk mempermudahnya bertahan hidup.
Postur Kerja Dan Stress
Nyaman merupakan suatu rasa yang muncul dari interpretasi makhluk hidup, termasuk manusia. Suatu hasil kerja yang optimal akan tercipta ketika tingkat kenyamanan disesuaikan dengan sikap kerja.
Manusia dan makhluk hidup lainnya diciptakan untuk survive. Secara alami hewan pun memiliki keinginan untuk bertahan hidup. Ketika terjadi perubahan karakter,lingkungan, keadaan, fisiologis, maka timbul yang disebut stress.
Stress merupakan suatu alert yang muncul ketika ada ancaman. Stress juga merupakan satu insting untuk bertahan hidup. Namun terkadang pada manusia, stress mengakibatkan manusia merasa tidak percaya diri. Karena itulah, manusia memanage stress sesuai dengan kebutuhan. Dan biasanya manusia memiliki sikap dan reaksi yang berbeda dalam menghadapi stress (ex: menggigit kuku, mengayun-ayunkan kaki, mengunyah sesuatu, dan seterusnya.
Bio Mekanika
Bio mekanika disebut juga mekanisme hidup
- Merupakan koordinasi antar system dalam tubuh makhluk hidup yang menghasilkan suatu sikap kerja yang didasari oleh suatu alas an tertentu.
- Salah satu contoh gerak dasar makhluk hidup adalah melawan grafitasi.
- Sensasi Dan Persepsi
- Pada dasarnya persepsi tiap orang terhadap sesuatu itu berbeda. Hal tersebut dipengaruhi dari pengalaman, impuls personal, dan pikiran.
- Persepsi muncul ketika suatu pengalaman rasa, reaksi (reason) alas an, mencapai sebuah komplikasi final menjadi sebuah tujuan yang lebih kompleks.
Ex: kecantikan itu relative. Terpengaruh dari warna, rasa, ukuran, tujuan, latar belakang budaya siapa yang melihat, masa, waktu, usia, pikiran, pengalaman, dan seterusnya.
Human Error (Kesalahan Kerja)
- Keadaan human error dipengaruhi tingkat kenyamanan, ancaman, dan lingkungan.
- Ketika sebuah desain menuju proses desain yang optimal, factor human error adalah salah satu proses yang harus diperhitungkan.
- Human error muncul sebagai alert terhadap suatu bahaya. Keadaan human error pada stress biasanya berakibat kosentrasi terganggu,pikiran tidak focus, distracted mind.
- Namun human error tetap merupakan suatu alert alami yang sebaiknya di manage, bukan samasekali dihindari. Imbas buruk hilangnya human error pada save area yang terlalu nyaman biasanya adalah menurunnya tingkat kewaspadaan alami, kenyamanan kerja berlebihan sehingga hasil kerja tidak optimal.
Focus manusia dipengaruhi oleh dominasi dalam otak. Kosentrasi adalah sebuah proses mengurangi dominasi tingkat noise lain dalam work space.
Hal yang terjadi ketika manusia berkosentrasi adalah terjadinya perubahan persepsi workspace. Contohnya, ketika kita bekerja di sebuah ruang terbuka, ada berbagai noise di sekitar kita, seperti suara, cahaya, warna, bau, dan seterusnya. Workspace kita pun pada asalnya yang terlihat mata sangat luas, contoh, ruang kerja yang lebar dimana terdapat meja kerja, buku, lampu, monitor, dsb. Ketika kita berkosentrasi, otak kitamereduksi tingkat dominasi noise objek lain tadi menjadi lebih kecil, dan memperbesar dominasi workspace utama (dalam hal ini misalnya layar monitor). Sehingga kosentrasi dan otak kita menangkap dunia dan pandangan kita menjadi sebatas lebar monitor dan keypad saja.
Namun terkadang memaksakan kosentrasi dan tidak didukung oleh factor ergonomic workspace dapat juga berakibat buruk, seperti terjadinya perubahan fungsi fisiologis. Contohnya, terlalu berkosentrasi bekerja pada ruang lingkup yang tidak ergonomic, kursi dan meja yang tidak sesuai dapat mengakibatkan fatigue (kelelahan), cedera tulang belakang, dan lainnya seperti pengaruh terhadap keselamatan kerja.
Aspek Teritorialitas & Personal Space
Insting manusia dan hewan secara alami adalah teritorialitas, alias menjaga jarak. Jarak personal setiap individu terhadap individu lainnya berbeda. Tergantung pada hubungan, reaksi, alas an, dst.
Hewan menandai territorial dengan tanda-tanda fisiologis, seperti bau-bauan, kotoran, suara, dan seterusnya. Hewan juga memperoleh teritorialnya melalui proses tumbuh kembang menjadi dewasa dan mempertahankannya dengan berbagai cara, antara lain duel mempertahankan daerah teritorinya masing-masing.
I’ll be the first reader your blog,,, ckakakaka
thanks 4 ur information ….
hahahaha… selamat anda pertamaaxxx~~~~!!!
*curiga mahasiswa s2 desain itb jg neh wkwkwkwkkk
XD XD